MI Wachid Hasyim terus berkomitmen membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepribadian Islami yang kuat. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah melalui program pembiasaan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari budaya madrasah dalam menanamkan nilai-nilai religius sejak usia dini.
Kegiatan pembiasaan diawali dengan membaca doa sebelum belajar secara bersama-sama di kelas masing-masing. Doa ini dipimpin oleh guru atau salah satu peserta didik secara bergantian. Pembiasaan membaca doa sebelum memulai aktivitas belajar bertujuan untuk menanamkan kesadaran kepada peserta didik bahwa setiap kegiatan hendaknya diawali dengan memohon pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT. Dengan kebiasaan ini, peserta didik dilatih untuk selalu mengingat Allah dalam setiap langkah kehidupan mereka.
Setelah membaca doa, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan sholawat Nariyah secara bersama-sama. Lantunan sholawat menggema di seluruh lingkungan madrasah, menciptakan suasana yang khidmat dan penuh keberkahan. Pembiasaan membaca sholawat Nariyah ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan peserta didik kepada Nabi Muhammad SAW serta membiasakan mereka memperbanyak sholawat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, sholawat juga diyakini membawa ketenangan hati dan semangat positif sebelum memulai kegiatan belajar.

Kegiatan berikutnya adalah murojaah Juz ‘Amma. Peserta didik bersama-sama mengulang hafalan surat-surat pendek yang telah dipelajari. Murojaah dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar hafalan anak-anak semakin kuat dan melekat. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya dilatih kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga dibiasakan untuk istiqamah menjaga hafalan mereka. Kegiatan murojaah ini menjadi sarana penting dalam membentuk generasi Qur’ani sejak dini.

Selain murojaah, peserta didik juga melantunkan Asmaul Husna secara bersama-sama. Dengan melafalkan nama-nama indah Allah SWT, diharapkan peserta didik dapat mengenal dan meneladani sifat-sifat Allah dalam kehidupan sehari-hari, seperti sifat kasih sayang, keadilan, dan kejujuran. Pembiasaan ini menjadi sarana edukatif untuk menanamkan nilai tauhid secara sederhana namun bermakna.
Kegiatan pembiasaan keagamaan di MI Wachid Hasyim juga dilengkapi dengan pembacaan nadhom Aqidatul Awwam. Nadhom ini dikenalkan kepada peserta didik sebagai dasar pemahaman akidah Ahlussunnah wal Jamaah. Melalui lantunan nadhom yang mudah dihafal dan menyenangkan, peserta didik diperkenalkan pada konsep keimanan yang benar sejak usia dini.

Kepala MI Wachid Hasyim menyampaikan bahwa kegiatan pembiasaan ini merupakan bagian dari ikhtiar madrasah dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlakul karimah. “Kami berharap melalui pembiasaan yang dilakukan secara rutin setiap hari Sabtu, nilai-nilai keislaman dapat tertanam kuat dalam diri peserta didik dan menjadi bekal dalam kehidupan mereka,” ujarnya.
Dengan adanya pembiasaan keagamaan yang konsisten dan terarah, MI Wachid Hasyim optimis dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian Islami, berakhlak mulia, dan berkarakter kuat sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.
